Wednesday, May 14, 2014

Godzilla: Strike Zone Review


Title: Godzilla: Strike Zone

Platform: iOS/Android

Size: 87,3 MB

(I’ve just realized that this is my very first time reviewing a (mobile) game, so... yay?)

Dalam rangka menyambut pemutaran Godzilla di bioskop, Warner Bros. merilis sebuah mobile game sebagai teaser dari film tersebut dengan judul Godzilla: Strike Zone.

Game ini mengambil sudut pandang pertama seorang prajurit tanpa nama—yang sepertinya disengaja seperti itu agar pemain merasa bahwa dialah sang prajurit tersebut—yang, secara harafiah, diterjunbebaskan ke sebuah kota yang ‘dilanda’ Godzilla, demi menolong dua kelompok orang yang terjebak di dua tempat yang berbeda.

Terdapat tiga stage dalam misi ini yang masing-masing diberi nama “HALO Jump”, “Ground Rescue”, dan “Onto the Rooftops”.

"Don't touch me"
Pada HALO Jump, pemain memiringkan smartphone yang mereka miliki untuk mengendalikan karakter mereka. Dengan ukuran ketinggan di kiri atas layar, pemain hanya perlu menggerakkan karakter agar tidak berbenturan dengan prajurit lain dan beberapa benda lainnya, hingga akhirnya mendarat.

"Where should I- oh, there"
Pada Ground Rescue dan Onto the Rooftops, tampilan berubah menjadi  sebuah game FPS. Pemain mengendalikan gerakan karakter dengan analog virtual di layar sebelah kiri, dan mengendalikan pandangan dengan analog virtual lainnya di layar sebelah kanan. Selain itu, terdapat dua tombol virtual untuk “lompat” dan “tembak”. Pada misi ini pemain hanya perlu bergerak dari satu titik ke titik lainnya, mengikuti penanda yang ada di peta, sambil melewati beberapa rintangan.

Dan langsung saja gue katakan: Ini adalah game yang ‘kosong’.
Dibalik suasana kekacauan dan ketegangan disajikan dengan baik (terutama pada misi HALO Jump), selebihnya tingkat interaktivitas dari game ini sangatlah sedikit. Pemain memang akan merasakan ketegangan saat pertama kali memainkan game ini, tetapi setelah itu semua berjalan sama persis tanpa variasi.
Terutama pada misi Ground Rescue dan Onto the Rooftops yang berdurasi lumayan panjang, saat dimainkan untuk kedua kalinya pemain akan merasakan bahwa mereka tidak perlu memainkan level tersebut untuk kedua kalinya, terutama saat melalui jalan yang sama, rintangan yang sama, dan menyelesaikan puzzle yang sama.  
Digunakannya analog virtual terkadang menyebabkan karakter bergerak ke arah yang salah dan berujung maut.
Tidak adanya semacam reward setelah menyelesaikan misi-misi yang ada juga sedikit mengecewakan.
Karena itulah gue menyebut game ini sebagai “teaser”, karena game bertujuan untuk membuat para pemainnya penasaran dengan film Godzilla melalui sebuah trailer interaktif yang hanya perlu dimainkan satu kali.

Conclusion? It’s a nice teaser, but for a mobile game, it’s a dissapointment.

Download it once, play it once, then uninstall it.

No comments:

Post a Comment